Senin, 13 Juni 2016

Kehidupan Berasrama PPG - SM3T UNP Angkatan IV


Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarokatuh..
Setiap peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pasca SM3-T angkatan IV diwajibkan menjalankan kehidupan berasrama di asrama yang telah disediakan oleh pihak LPTK penyelenggara. Hal tersebut merupakan suatu syarat wajib yang harus dijalani para peserta tanpa terkecuali. Begitu juga saya yang berasal dari LPTK UNP.

Untuk UNP sendiri lokasi asramanya berada di dalam komplek kampus tepatnya disamping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan asrama tersebut cuma dikhususkan hanya untuk putra, karena untuk putri lokasi asramanya sedikit agak terpisah. Mengapa dipisah? Tidak digabung seperti beberapa LPTK lain? Mungkin karena ada hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh pihak UNP sendiri.

Saya dan teman-teman satu angkatan lainnya mulai “diasramakan” pada tanggal 16 Maret 2016. Pertama kali datang ke sini saya sangat merasa senang sekali karena kembali dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan satu penempatan setelah beberapa bulan sempat terpisah pasca penugasan di daerah sasaran.

Awal pertemuan kami di asrma dibanjiri oleh cerita-cerita pengalaman selama berada di daerah penugasan. Tiap orang teman menceritakan pengalaman yang berbeda. Ada suka dan ada duka yang membuat gelak tawa dan rasa haru terbesit keluar dari dalam diri dan tentunya menghidupkan kembali ingatan-ingatan saat masa tugas dulu di daerah pengabdian.

Oke, kita skip aja basa-basi pertemuan ini. Kita lanjut ke kehidupan berasrama.
Menurut beberapa sumber yang saya dapat dari hasil pencarian di google, kehidupan berasrama adalah hidup di suatu tempat penginapan yang diikat dengan aturan tertentu guna menciptakan pribadi seseorang yang baik dan handal.

Nah, menurut pengertian kehidupan berasrama di atas saya jadi tau kenapa kami harus diwajibkan tinggal di asrama oleh pihak penyelenggara PPG ini. Jadi kami diasramakan guna mempersiapkan guru-guru professional yang nantinya bisa ditugaskan di sekolah manapun dengan kualifikasi yang sudah matang baik mental, kedisiplinan, maupun keprofesionalan guru tersebut.

Memang benar, untuk menjadi guru yang professional kita harus merubah kepribadian kita dulu dan tentunya disertai dengan kemampuan akademik yang baik. Selama di asrama selain kuliah workshop PPG dimasing-masing jurusan kami memang diterapkan juga sikap disiplin, hidup besosialisai serta terstruktur antar sesama penghuni asrama di tiap-tiap diri kami. Selain itu kami juga diberikan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan kami selama tinggal di asrama seperti wifi, alat-alat olahraga, kebutuhan pangan alias makan dan lain-lain.

Tidak terasa sekarang sudah hampir 3 bulan kami hidup berasrama. Selama tinggal di sini saya merasa sangat senang sekali karena mempunyai banyak teman yang baik dan berbeda-beda karakter yang itu semua secara tidak langsung merubah kepribadian saya. Saya juga senang dengan fasilitas  yang disediakan pihak pengelola asrama. Kegiatan-kegiatan yang diadakan juga membuat saya merasa betah tinggal di sini. Bapak asrama serta jajarannya juga baik-baik. Mereka selalu ada saat saya memerlukan bantuan.

Akhirnya, 3 bulan berjalannya hidup berasrama ini saya berharap semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, taat beragama, bisa menjadi contoh dan teladan yang baik dan bisa menjadi guru professional yang siap bila dibutuhkan oleh Negara dimanapun ditugaskan, dan tentunya bisa mengikuti PPG ini sampai selesai dan lulus dengan nilai yang baik. Aamiin..

Sekian dulu postingan tak berguna ini saya tulis. Salah dan janggal saya mohon maaf.. Pis, love, and gaull!!!