Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarokatuh..
Setiap peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pasca SM3-T
angkatan IV diwajibkan menjalankan kehidupan berasrama di asrama yang telah
disediakan oleh pihak LPTK penyelenggara. Hal tersebut merupakan suatu syarat
wajib yang harus dijalani para peserta tanpa terkecuali. Begitu juga saya yang
berasal dari LPTK UNP.
Untuk UNP sendiri lokasi asramanya berada di dalam komplek
kampus tepatnya disamping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
dan asrama tersebut cuma dikhususkan hanya untuk putra, karena untuk putri
lokasi asramanya sedikit agak terpisah. Mengapa dipisah? Tidak digabung seperti
beberapa LPTK lain? Mungkin karena ada hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh
pihak UNP sendiri.
Saya dan teman-teman satu angkatan lainnya mulai
“diasramakan” pada tanggal 16 Maret 2016. Pertama kali datang ke sini saya
sangat merasa senang sekali karena kembali dipertemukan dengan teman-teman
seperjuangan satu penempatan setelah beberapa bulan sempat terpisah pasca
penugasan di daerah sasaran.
Awal pertemuan kami di asrma dibanjiri oleh cerita-cerita pengalaman
selama berada di daerah penugasan. Tiap orang teman menceritakan pengalaman
yang berbeda. Ada suka dan ada duka yang membuat gelak tawa dan rasa haru
terbesit keluar dari dalam diri dan tentunya menghidupkan kembali
ingatan-ingatan saat masa tugas dulu di daerah pengabdian.
Oke, kita skip aja basa-basi pertemuan ini. Kita lanjut ke
kehidupan berasrama.
Menurut beberapa sumber yang saya dapat dari hasil pencarian
di google, kehidupan berasrama adalah hidup di suatu tempat penginapan yang
diikat dengan aturan tertentu guna menciptakan pribadi seseorang yang baik dan
handal.
Nah, menurut pengertian kehidupan berasrama di atas saya
jadi tau kenapa kami harus diwajibkan tinggal di asrama oleh pihak
penyelenggara PPG ini. Jadi kami diasramakan guna mempersiapkan guru-guru
professional yang nantinya bisa ditugaskan di sekolah manapun dengan
kualifikasi yang sudah matang baik mental, kedisiplinan, maupun keprofesionalan
guru tersebut.
Memang benar, untuk menjadi guru yang professional kita
harus merubah kepribadian kita dulu dan tentunya disertai dengan kemampuan
akademik yang baik. Selama di asrama selain kuliah workshop PPG dimasing-masing
jurusan kami memang diterapkan juga sikap disiplin, hidup besosialisai serta terstruktur
antar sesama penghuni asrama di tiap-tiap diri kami. Selain itu kami juga
diberikan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan kami selama tinggal di
asrama seperti wifi, alat-alat olahraga, kebutuhan pangan alias makan dan
lain-lain.
Tidak terasa sekarang sudah hampir 3 bulan kami hidup
berasrama. Selama tinggal di sini saya merasa sangat senang sekali karena
mempunyai banyak teman yang baik dan berbeda-beda karakter yang itu semua
secara tidak langsung merubah kepribadian saya. Saya juga senang dengan
fasilitas yang disediakan pihak pengelola
asrama. Kegiatan-kegiatan yang diadakan juga membuat saya merasa betah tinggal
di sini. Bapak asrama serta jajarannya juga baik-baik. Mereka selalu ada saat
saya memerlukan bantuan.
Akhirnya, 3 bulan berjalannya hidup berasrama ini saya
berharap semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, taat beragama, bisa
menjadi contoh dan teladan yang baik dan bisa menjadi guru professional yang
siap bila dibutuhkan oleh Negara dimanapun ditugaskan, dan tentunya bisa
mengikuti PPG ini sampai selesai dan lulus dengan nilai yang baik. Aamiin..