Minggu, 26 Juli 2015

Jangan putusin aku

Malam ini aku harus meminta penjelasan kepadanya perihal keputusannya melepas cintaku yang begitu tulus. Aku tak mau diduakan hanya karena alasan yang tidak masuk akal. Masa cuma karena si cowok kampret sok macho itu punya otot yang lebih besar dari aku lalu aku ditinggalkan. Aneh-aneh saja.

"Kita putus!! Aku gak mau lagi sama kamu yang ototnya kecil kayak ekor tikus!!!" Teriaknya sore tadi dengan sangat emosi kepadaku, di depan orang rama
i.

Aku malu. Kata-katanya membuat telingaku panas. Hidup rasanya tak berarti lagi bagiku.

Aku coba menelpon dia. Bunyi nada sambung begitu jelas terdengar di ujung sana. Sembari menunggu untuk diangkat, aku mempersiapkan kata-kata apa yang harus aku sampaikan padanya agar dia bisa mengurungkan niatnya meninggalkan aku.

"Halo..?" Dia mengangkat teleponnya.

"Sayang.. Kamu harus dengarin aku dulu.. Kenapa kamu tiba-tiba meninggalkanku sayang. Bukankah cintaku begitu tulus padamu.. Hingga aku menutup pintu hatiku untuk cinta yang lain.. Tapi kamu lebih memilih dia yang sedikit macho dari padaku. Aku tak terima ini. Kamu tega memutus tali cinta yang telah aku rajut bertahun-tahun hanya karena alasan konyol kamu itu.

"Aku tau cinta itu tak harus memiliki. Aku pun sadar kalau cinta itu bebas memilih. Tapi, kamu dengan mudahnya tak menghiraukan ketulusanku ini..!" Kata-kata romantisku mulai menjejali telinganya.

Aku berharap dengan kata-kata tersebut bisa menyentuh hatinya untuk bisa merubah niatnya meninggalkanku. Dan kembali menerimaku seperti sedia kala.

Sebelum mengakhiri percakapan ini, sekali lagi aku meyakinkan dia bahawa aku memang betul-betul sayang padanya.

"Kalau kau memang tak menginginkanku lagi, kau boleh pergi dengannya. Tapi, satu hal yang harus kamu tau rasa sayangku kepadamu takkan hilang begitu saja..."

"MAAF MAS. INI KANTOR POLISI!!!"

"........."

Jawaban dari ujung telpon itu membuatku tak bisa berkata apa-apa. Jantungku rasanya berhenti berdenyut. Aku salah sambung. :(