Senin, 13 Juni 2016

Kehidupan Berasrama PPG - SM3T UNP Angkatan IV


Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarokatuh..
Setiap peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) pasca SM3-T angkatan IV diwajibkan menjalankan kehidupan berasrama di asrama yang telah disediakan oleh pihak LPTK penyelenggara. Hal tersebut merupakan suatu syarat wajib yang harus dijalani para peserta tanpa terkecuali. Begitu juga saya yang berasal dari LPTK UNP.

Untuk UNP sendiri lokasi asramanya berada di dalam komplek kampus tepatnya disamping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan asrama tersebut cuma dikhususkan hanya untuk putra, karena untuk putri lokasi asramanya sedikit agak terpisah. Mengapa dipisah? Tidak digabung seperti beberapa LPTK lain? Mungkin karena ada hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh pihak UNP sendiri.

Saya dan teman-teman satu angkatan lainnya mulai “diasramakan” pada tanggal 16 Maret 2016. Pertama kali datang ke sini saya sangat merasa senang sekali karena kembali dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan satu penempatan setelah beberapa bulan sempat terpisah pasca penugasan di daerah sasaran.

Awal pertemuan kami di asrma dibanjiri oleh cerita-cerita pengalaman selama berada di daerah penugasan. Tiap orang teman menceritakan pengalaman yang berbeda. Ada suka dan ada duka yang membuat gelak tawa dan rasa haru terbesit keluar dari dalam diri dan tentunya menghidupkan kembali ingatan-ingatan saat masa tugas dulu di daerah pengabdian.

Oke, kita skip aja basa-basi pertemuan ini. Kita lanjut ke kehidupan berasrama.
Menurut beberapa sumber yang saya dapat dari hasil pencarian di google, kehidupan berasrama adalah hidup di suatu tempat penginapan yang diikat dengan aturan tertentu guna menciptakan pribadi seseorang yang baik dan handal.

Nah, menurut pengertian kehidupan berasrama di atas saya jadi tau kenapa kami harus diwajibkan tinggal di asrama oleh pihak penyelenggara PPG ini. Jadi kami diasramakan guna mempersiapkan guru-guru professional yang nantinya bisa ditugaskan di sekolah manapun dengan kualifikasi yang sudah matang baik mental, kedisiplinan, maupun keprofesionalan guru tersebut.

Memang benar, untuk menjadi guru yang professional kita harus merubah kepribadian kita dulu dan tentunya disertai dengan kemampuan akademik yang baik. Selama di asrama selain kuliah workshop PPG dimasing-masing jurusan kami memang diterapkan juga sikap disiplin, hidup besosialisai serta terstruktur antar sesama penghuni asrama di tiap-tiap diri kami. Selain itu kami juga diberikan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan kami selama tinggal di asrama seperti wifi, alat-alat olahraga, kebutuhan pangan alias makan dan lain-lain.

Tidak terasa sekarang sudah hampir 3 bulan kami hidup berasrama. Selama tinggal di sini saya merasa sangat senang sekali karena mempunyai banyak teman yang baik dan berbeda-beda karakter yang itu semua secara tidak langsung merubah kepribadian saya. Saya juga senang dengan fasilitas  yang disediakan pihak pengelola asrama. Kegiatan-kegiatan yang diadakan juga membuat saya merasa betah tinggal di sini. Bapak asrama serta jajarannya juga baik-baik. Mereka selalu ada saat saya memerlukan bantuan.

Akhirnya, 3 bulan berjalannya hidup berasrama ini saya berharap semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, taat beragama, bisa menjadi contoh dan teladan yang baik dan bisa menjadi guru professional yang siap bila dibutuhkan oleh Negara dimanapun ditugaskan, dan tentunya bisa mengikuti PPG ini sampai selesai dan lulus dengan nilai yang baik. Aamiin..

Sekian dulu postingan tak berguna ini saya tulis. Salah dan janggal saya mohon maaf.. Pis, love, and gaull!!!

Minggu, 26 Juli 2015

Jangan putusin aku

Malam ini aku harus meminta penjelasan kepadanya perihal keputusannya melepas cintaku yang begitu tulus. Aku tak mau diduakan hanya karena alasan yang tidak masuk akal. Masa cuma karena si cowok kampret sok macho itu punya otot yang lebih besar dari aku lalu aku ditinggalkan. Aneh-aneh saja.

"Kita putus!! Aku gak mau lagi sama kamu yang ototnya kecil kayak ekor tikus!!!" Teriaknya sore tadi dengan sangat emosi kepadaku, di depan orang rama
i.

Aku malu. Kata-katanya membuat telingaku panas. Hidup rasanya tak berarti lagi bagiku.

Aku coba menelpon dia. Bunyi nada sambung begitu jelas terdengar di ujung sana. Sembari menunggu untuk diangkat, aku mempersiapkan kata-kata apa yang harus aku sampaikan padanya agar dia bisa mengurungkan niatnya meninggalkan aku.

"Halo..?" Dia mengangkat teleponnya.

"Sayang.. Kamu harus dengarin aku dulu.. Kenapa kamu tiba-tiba meninggalkanku sayang. Bukankah cintaku begitu tulus padamu.. Hingga aku menutup pintu hatiku untuk cinta yang lain.. Tapi kamu lebih memilih dia yang sedikit macho dari padaku. Aku tak terima ini. Kamu tega memutus tali cinta yang telah aku rajut bertahun-tahun hanya karena alasan konyol kamu itu.

"Aku tau cinta itu tak harus memiliki. Aku pun sadar kalau cinta itu bebas memilih. Tapi, kamu dengan mudahnya tak menghiraukan ketulusanku ini..!" Kata-kata romantisku mulai menjejali telinganya.

Aku berharap dengan kata-kata tersebut bisa menyentuh hatinya untuk bisa merubah niatnya meninggalkanku. Dan kembali menerimaku seperti sedia kala.

Sebelum mengakhiri percakapan ini, sekali lagi aku meyakinkan dia bahawa aku memang betul-betul sayang padanya.

"Kalau kau memang tak menginginkanku lagi, kau boleh pergi dengannya. Tapi, satu hal yang harus kamu tau rasa sayangku kepadamu takkan hilang begitu saja..."

"MAAF MAS. INI KANTOR POLISI!!!"

"........."

Jawaban dari ujung telpon itu membuatku tak bisa berkata apa-apa. Jantungku rasanya berhenti berdenyut. Aku salah sambung. :(

Kamis, 12 Maret 2015

Main Futsal

Assalamualaikum

Siapa yang tidak kenal dengan olahraga futsal. Saya yakin semua orang pasti tau. Anak kecil kampung sebelah, ibu-ibu PKK, bapak-bapak di warung kopi, gadis-gadis kecil yang lucu, gebetan, mantan dan kakek cangkul nenek dayung pun tau. Pokoknya semua pasti tau apa itu olahraga futsal. Pak Jokowi pun saya rasa dia tau. Hmm...

Ya, benar! Futsal itu olahraga yang dimaenin pake bola yang dipantul-pantulin ke muka mantan lalu dimasukin ke keranjang. Keranjang sampah!!! Ah, bukan. Lupa saya. Futsal itu olahraga yang maennya kayak maen sepakbola. Tapi bedanya, futsal hanya dimainkan oleh 5 orang dalam satu tim. Lapangannya lebih kecil dari lapangan sepakbola. Di futsal tidak ada peraturan offside, dan futsalpun bisa dimaenin oleh pria berkacamata.

Saya ingat saat pertama kali main futsal. Waktu itu alay masih merajalela. Kalau tidak salah ketika photo profil orang-orang masih pakai gaya bibir dimonyong-monyongin.

Adalah Deni Salas, yang pertama kali ngajakin saya bermain futsal. Iya, si Deni yang suka ngasih quotes-quotes itu.

Pada suatu siang di kelas Matematika, dengan wajah yang kurang tampan dan bibir yang pucat karena belum makan si Deni bilang kepada saya 

"Bro, nanti sore ada waktu luang ga?"

Saya yang sedang fokus ngerjakan tugas perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku yang diberikan guru langsung kejang-kejang mendengar suara si Deni. Saya tidak percaya suara si deni mirip suara mak lampir di film-film horor. Dengan nada ketakutan saya menjawab 

"Aaaaa.. Setan!! Pergi kau!! Pergi kau setan...!"

Tapi gak jadi. 

"Ada bro! Saya tiap sore kosong. Kan jomblo?!" Kata saya. 

"Kasihan kamu ya. Nanti sore main futsal yuk..." Timpalnya dengan suara khas mak lampir.

FYI, si Deni ini sering main futsal sama teman-temannya yang lain. Sangat sering malahan. Dia punya banyak link pertemanan. Melihat dari wujudnya mungkin kita tidak menyangka kalau dia punya banyak teman. Tapi begitulah si Deni. Dia pintar nyari teman dan mudah bergaul. Mulai dari anak bola, anak futsal, anak motor, sampai anak BMX dia kenal semua. 

"Wah, oke bro!!! Saya mau..!" Jawab saya tanpa ragu dan memeluknya.

"Tapi kita harus ngumpulin orang dulu. 10 orang aja cukup.. Kamu punya teman kan?" Timpal si Deni lagi. 

Teman?! Teman yang mana?! Saya mikir keras. Teman saya ga ada yang di kampung. Mereka merantau semua. Yang tinggal cuma beberapa orang saja. Mereka pun kalau diajak, syukur-syukur kalau mau.

"Ada sih, tapi ga berapa.." Kata saya

"Ya udah, ajak mereka aja... Sepulang sekolah pastiin siapa-siapa yang akan main!" Kata si Deni seraya pergi tanpa tersenyum.

"??" Saya cuma bisa melongo.

Setelah obrolan itu, saya tidak mau lagi mengerjakan tugas Matematika. Segera saya mengeluarkan hp dari dalam kolor dan mencari nama-nama teman di daftar kontak yang bisa saya ajak maen, lalu mengirimnya SMS. 

*Cikuprak...!!* (SMS terkirim).
 
                                   ***

Singkat cerita, bel pulang sekolah telah berbunyi. Saya menghampiri si Deni untuk pulang bareng.

"Bro, yang bisa main cuma 4 orang. Gimana nih?" Tanya saya ke si Deni.

"Berarti baru 6 orang. Ane, ente, dan teman-teman ente.. Nanti kita 3 on 3 aja.." Jawab si Deni yang sepertinya tidak normal lagi karena kelaparan.

"Lah, mana asik. Masa main futsal 3 lawan 3? Kamu cari tambahan kek. Saya kan udah usaha buat ngumpulin teman.." Saya berusaha membujuk.

Bukan Deni namanya kalau tidak bisa ngumpulin teman.

Kemudian langkah si Deni terhenti. 

*Criinnggg..!!* (Tiba-tiba bola lampu di kepalanya menyala)

"Bagaimana kalau kita ajak anak kampung sebelah aja? Saya kenal mereka.. Sekalian aja kita sparing sama mereka.."

"What?!! Sparing!! Tapi kita kan ga ada pemain??"

"Ah cemen.. Udah, gak apa-apa"

"Baiklah Deni. Kalau itu mau kamu.." Saya menurut.

"Nanti jemput saya ke rumah, ya Den.." Tambah saya.

Brukkk!! Si Deni rebah di tanah.

                                   ***

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Itu artinya kami akan maen futsal. Teman-teman udah pada ngumpul di rumah saya. Ada si Ajay, Bang Roni, Juned, dan Faisal. Tinggal si Deni yang belum datang.

Tak lama berselang, sesosok tubuh yang tidak terlalu tinggi dan kurus datang dengan mengendarai motor Sup*a-X KW China. Ya, itu si Deni. Akhirnya saya lega. Berarti kami jadi juga futsalan sore ini. Teman-teman bersorak kegirangan. Yeeay!

"Ayok berangkat, kita maennya jam 5. Lapangan udah saya boking. Sekalian nunggu lawan.." Kata si Deni dengan nada berat, mirip Cakhra Khan. (Gak kayak suara mak lampir lagi)

"Yoyooooii.." Kami menjawab serentak.

                                  ***

Ini merupakan futsalan pertama saya. Baru pertama, udah langsung sparing. Saya cemas. Teman-teman saya cemas. Si Deni tegang. Sepatu udah terpasang. Segera kami masuk ke lapangan untuk pemanasan sembari menunggu lawan, anak kampung sebelah.

Lawan yang ditunggu pun datang. Teman-teman si Deni. Tampang mereka sangar-sangar semua, kayak tahanan perang. Saya makin cemas. Muka saya pucat. Bang Roni langsung sholat sunah di lapangan.

Si Deni bersalaman sama calon lawan alias teman-temannya. Seperti anak hip hop saja mereka salaman. 

"Kita langsung main aja Den.." Kata salah seorang dari tahanan perang tersebut.

"Oke, ayo..!" Sahut si Deni.

"Tapi mainnya gimana dulu nih? Seperti biasa? Yang kalah bayar lapangan??" Tambahnya.

"Ya. Oke." Kata si Deni lagi.

Saya yang mendengar percakapan itu menjadi panik. Begitu juga dengan teman-teman lainnya. Main taruhan ternyata bro! Kalau kalah gimana. Saya mulai ragu.

"Den, kita mainnya taruhan??" Saya menghampiri si Deni.

"Iya, gak apa-apa bro.. Biar lebih seru.." Jawabnya.

"Kalau kalah gimana?"

"Ya, kita bayar lapangan.." Jawab si Deni santai.

Rasanya saat itu saya ingin memutilasi si Deni. Tapi bagaimana lagi. Daripada ga jadi main. Teman-teman pun pada setuju. Dan akhirnya sparing pun dimulai.

Formasi yang kami pakai saat itu : 2-1-1

GK : Faisal
CB : Ajay
CB : Bang Roni
CMF : Riki
ST : Deni

Cadangan : Juned

*lumayan* hehe

"Priiiiiittttt..." Wasit dadakan membunyikan peluit pertanda babak pertama dimulai. (wasitnya pemilik lapangan. Kami minta tolong ke dia untuk diwasitin)

Di awal babak pertama mainnya masih selow-selow aja. Kami yang hanya bermodalkan skil standar yang didapat saat masih main di lapangan kosong dekat rumah Bang Roni waktu kecil dapat mengimbangi permainan lawan yang skillnya juga tidak tinggi-tinggi amat. 

Jual beli serangan terjadi sepanjang babak pertama ini. Para pemain bergantian mencetak gol. Diluar perkiraan, ternyata lawan yang tampangnya mirip tahanan perang itu ga jago-jago amat. HA..! HA..! HA..! Saya senang.

Memasuki pertengahan babak pertama, tiba-tiba keadaan berubah. Para tahanan perang ini mainnya berubah drastis. Skillnya yang tadi biasa-biasa aja kini berubah menjadi skill dewa. Mereka semakin semangat. Sementara kami semakin lemas. Karena fisik yang tidak begitu profesional. Kami semakin banyak kebobolan. Rasanya waktu itu saya mau kabur saja. Tapi takut, nanti saya dikeroyok rame-rame.

Akhirnya babak pertama yang dimainkan selama 30 menit itu berakhir. (Setau saya di peraturan resminya, satu babak cuma 20 menit)
Skor 3-7. Kami kalah...

Priiiiitttt... Babak ke dua pun dimulai. Dengan fisik yang sudah tidak relevan lagi untuk melayani para tahanan perang ini kami terus berjuang. Bang Roni, Ajay, Juned dan saya saling bergantian untuk bermain. Cuma si Deni yang ga di ganti-ganti. Karena fisiknya sedikit agak profesional. (Cieellaah Deniii. Waang lai)

Lawan terus menggempur daerah pertahanan kami. Beruntung kami selalu bisa menahan gempuran tersebut. Kadang mereka lengah. Yang dimanfaatkan si Deni untuk mencetak gol. Entah berapa sudah si Deni mencetak gol. 

Priiiittt Prriiitttt Prriiiiiiiiiiitt... Babak kedua telah berakhir. Meski si Deni banyak mencetak gol, (saya cuma 2 kalau ga salah) tetap aja kami kalah 7-13. Kekalahan yang mencolok memang. Tapi awal yang bagus buat pemula seperti kami. 

Dengan kekalahan ini, tentu saja kami membayar lapangan. Untung saja di dalam dompet ada uang lebih. Jadi kami tidak perlu berhutang. 

Setelah bersalam-salaman, mereka, a.k.a tahanan perang pamit pulang. Wajah mereka cerah berseri-seri dibalut tawa yang lebar. Selebar lapangan futsal. Yang tentunya membuat kami kesal. Tidak apa-apa, suatu saat kami akan membalas kekalahan ini. 

Setelah beristirahat sebentar kami membayar tagihan lapangan futsal. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Itu artinya kami harus pulang untuk siap-siap sholat maghrib. 

Diperjalanan pulang kami mengobrol tentang pengalaman pertama bermain futsal. Motor yang kami kendari memenuhi jalan raya. Kami tidak peduli, rasanya dunia ini punya kami. Karena baru pertama kali futsalan. Meskipun kalah kami tetap tertawa. Norak sekali gaya kami. 

                                   ***

Ya, itulah pengalaman pertama saya bermain futsal. Meskipun tak semuanya bisa diceritakan, tapi pengalaman itu masih teringat sampai sekarang. Hingga bisa dituangkan di dalam postingan ini.

Sebelum mengakhiri postingan ini, ada pelajaran yang dapat saya ambil dari pengalaman tersebut. Bahwa kekalahan adalah bagian dari permainan. Kekalahan mengajarkan kita untuk menghargai setiap usaha. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Ingat ini, sehebat apapun Manchester United mereka pasti kalah juga. 

"Setiap kekalahan adalah langkah untuk menuju kemenangan" -- Deni Salas.

Sabtu, 07 Maret 2015

Reff

Assalamualaikum

Deengarr laraaaaa kuuuu....
Suaraaa hatii ini memanggil namamuu....
Karnaaa.... *prang!!!*ditimpuk*

Bukan, bukan reff ini maksudnya. 

Maksud saya reff di sini adalah lanjutan postingan saya yang sebelumnya. Karena di postingan sebelumnya diberi judul Intro, maka untuk melanjutkannya, postingan ini saya beri judul Reff. Biar nyambung. (Padahal gak! Gak ada nyambung-nyambungnya sama sekali!) 

Ya udah dari pada lama-lama langsung saja saya menyampaikan maksud dan tujuan saya di postingan ke dua ini. Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya, saya membuat blog ini hanya untuk senang-senang semata. Ya, untuk senang-senang, menghibur diri dari rasa bosan yang sering menyerang tanpa ampun. Beberapa bulan belakang saya sering dilanda rasa bosan, entah apa sebabnya. Mungkin efek kelamaan jomblo kali ya?! Atau kurang pergaulan.. Atau kurang piknik. Atau kurang ganteng. 

Tapi yang jelas setiap harinya saya selalu merasa bosan tanpa sebab yang pasti. Bosan dengan keadaan, bosan dengan lingkungan sekitar, bosan dengan diri sendiri. Bosan melihat mantan jalan dengan pacar barunya. Apa jangan-jangan saya mengalami gangguan jiwa? Aaak tidakkk!! :(

Untuk menghilangkan rasa bosan ini, biasanya saya cuma bingung menyendiri di dalam kamar, dengar musik, kadang berantam sama bantal guling karena dia gak pernah dengarin curahan hati saya, sampai bantal guling itu saya usir dari rumah. Kejam memang.. 

Selain itu, untuk menghibur diri dari rasa bosan, biasanya saya buka internet, lihat status teman di fb, stalking twitternya Manchester United, sampai baca-baca blog. Dari sinilah keajaiban itu dimulai, akibat dari kebanyakan baca blog, tiba-tiba mencuat keinginan saya yang datang dari sudut hati yang paling dalam untuk membuat sebuah blog. (Baca: ikut-ikutan)

Awalnya saya ga sengaja baca sebuah blog yang sangat keren sekali. Kerennya ga cuma sekali, tapi berkali-kali. Nama blognya ANJRITektur. Penulisnya bang howhaw. Bang howhaw ini pintar sekali menulis. Dia bisa menulis apa saja baik itu cerita lucu, cerita tragis, atau pengetahuan. Kayanya bang Haw ini dilahirkan untuk jadi penulis hebat. *sungkem*

Bang Haw ini kadang juga suka nulis tentang fisika-fisika gitu. Macam-macamlah. Ada yang penyebab suhu badan tetap panas meski sudah di kipasin. Ada yang cara hantu menampakkan diri. Dll. Pokoknya aneh-aneh saja. Yang nantinya, diakhir tulisan dihubungkan dengan realita yang ada. Pokoknya mantap sumantap deh!!!

Yang paling saya suka dari tulisan bang Haw itu adalah tulisan #memfiksikan-nya. Cerita yang selalu ditulisnya itu selalu membuat saya berdecak kagum. Entah bagaimana cara beliau mendapatkan ide. Entahlah, hanya dia dan tuhan yang tau.

Saya juga bertekad untuk bisa membuat sebuah karya fiksi seperti bang Haw nantinya. Suatu saat akan saya coba. Awas kau bang Haw.. Hehehe ^^v

Ya. Itu lah alasan saya membuat blog ini. Selain untuk senang-senang, juga untuk belajar membuat sebuah karya fiksi. Mudah-mudahan saya gak bisa!! Lah!

Sekian dulu tulisan saya kali ini. Gak perlu panjang-panjang. Yang baca juga gak ada. Mending saya akhiri saja. 

Berhubung Deni Salas gak ada memberi saya quotes, jadi saya tutup saja dengan mengucapkan terima kasih. Saya mau berantam dulu sama bantal guling!

Salam . 

Intro

Assalamualaikum

Salam kenal. Ini merupakan blog kedua saya setelah blog yang pertama gagal total. Entah kenapa blog tersebut bisa gagal, saya pun tidak tau. Mungkin itu sudah menjadi jalan takdirnya. Sekarang, blog saya yang pertama itu keadaannya sudah sangat menggenaskan. Sisi luarnya sudah di tumbuhi rumput liar yang setiap harinya bergoyang-goyang. Kemudian kalau dilihat dari depan blog tersebut sudah mulai kusam, ditumbuhi lumut-lumut. Lumut itu bisa diasah jadi cincin kemudian cincin tersebut bisa dipakai. (Ya iyalah di pakai, masa di makan!). Kalau dilihat dari sisi samping, terlihat seperti pondok remang-remang. Pondok remang-remang yang berdiri di pinggir jurang. Sunyi~

Ya, pokoknya gitu lah keadaan blog saya yang pertama itu. Kasihan memang.

Yang ingin tahu dengan blog pertama saya, ini linknya : http://rifkiyasmi.blogspot.com/?m=1

Sudah, kita ga usah ngomongin blog malang tersebut, mending kita ngomongin masalah hubungan kita yang udah gak jelas ini. Beb, Kamu masih sayang sama aku kan?! Kalau masih, kenapa kamu cuekin aku terus.. (Lah, malah curhat?!) Hehe, sory-sory, ke bawa suasana. Di luar lagi hujan soalnya.

Kembali ke topik.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini merupakan blog ke dua saya. Yang mana blog ini dibuat dengan tujuan senang-senang semata. Gak ada maksud lain-lain, seperti nyaingi blognya Raditya Dika yang udah terkenal itu. Rasanya itu ga mungkin hehe. Dulu waktu pertama kali bikin blog tujuannya emang untuk menyaingi blognya bang Radit. Tapi yang terjadi apa?! Ah, sudahlah!! *nyerah, nangis di pojokan*

Selain itu, sebenarnya saya membuat blog ini juga dipengaruhi beberapa bloger master/bloger senior/bloger unyu-unyu yang pernah saya baca, dimana isi blognya itu sungguh sangat keren sekali. Pokoknya setiap kali saya baca tulisan yang diposting beliau-beliau ini, saya selalu bergumam dalalm hati; Wah kerreennn!! Wah mantap!! Wah asu!!! (oke, oke coret!) Wah luar biasa!! Begitulah gumam saya setiap baca tulisannya.

Saya berpikir setelah itu. Saya juga harus bisa seperti mereka-mereka ini. Bisa menulis cerita, pengalaman, pengetahuan, dll ke dalam blog. Maka dari itu, singkat cerita terbentuklah blog ini. Mungkin ada yang beranggapan bahwa saya ingin seperti bloger-bloger itu hanya untuk sekedar ikut-ikutan, sekedar ingin dipuji, sekedar ingin terlihat keren dan lain-lain sebagainya. Mungkin ada benarnya juga, karena jujur, saya tidak punya kemampuan dalam hal tulis menulis (kecuali nulis sms). Basic saya bukan menulis, dan saya pun tidak pernah diajari cara menulis yang baik dan benar.

Tapi, itu semua bukanlah halangan saya untuk membuat blog ini. Kita tahu, dunia perblogan merupakan dunia yang universal. Siapa pun boleh membuat blog. Tukang jahit boleh buat blog, PNS boleh buat blog, Nelayan boleh buat blog, abang-abang preman yang suka malak juga boleh buat blog. Siapapun boleh buat blog. Termasuk Raditya Dika.

Oh, iya untuk mengakhiri tulisan ini, saya ingat kata salah seorang teman saya, nama aslinya saya lupa, tapi dia sering dipanggil dengan sebutan Deni Salas. Katanya "jangan pernah takut untuk mencoba hal-hal baru. Meskipun nantinya akan sangat sulit, namun dengan belajar kita bisa menjadikannya mudah :)" Ada emoticon senyumnya segala. Membingungkan. Tapi ya begitulah katanya.

Cukup sekian dulu intro saya kali ini. Mudah-mudahan ga ada yang baca. Hehe.. Wassalam.

NB : Jangan percaya kata-katanya si Deni.